Drumben SDN 105/II Rambah Menggemparkan Penonton
- Aug 17, 2023
- Admin Rambah
Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-78 Tahun 2023, SD Negeri 105/II Rambah mengirimkan pasukan drumben terbaik mereka dengan nama Drumben Gita Cerita 105 untuk mengikuti lomba drumben tingkat Kecamatan Tanah Tumbuh (17/08/2023).
Kepala SD Negeri 105/II Rambah Yusuf, S.Pd.SD. yang sekaligus pembina drumben beserta para guru-guru dan stafnya juga begitu semangat dan antusias memberikan dukungan kepada peserta didiknya.
Yusuf, S.Pd.SD. mengatakan, "Saya sangat optimis, bahwa peserta didik kami akan memberikan penampilan terbaik mereka pada lomba drumben kali ini."
Kepala SD Negeri 105/II Rambah juga sangat bersemangat dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya tersebut.
Beliau juga menambahkan, "Semoga saja mereka mendapatkan hasil yang terbaik dan tentunya harapan kita semua semoga mereka mendapat juara".

Tidak hanya itu warga Dusun Rambah juga memadati Lapangan Bola Kaki Dusun Tanah Tumbuh yang merupakan tempat gelaran lomba drumben, mereka begitu bersemangat untuk mendukung SD Negeri 105/II Rambah yang merupakan perwakilan dari Dusun Rambah.
Pelatih drumben Eko Supriyadi menyampaikan bahwa anak asuhnya tersebut sudah berlatih cukup lama, bahkan pernah juga sampai latihan malam hari.
"Kami latihan sudah cukup lama, hampir satu bulanan, dan dengan jadwal latihan yang cukup padat, pagi sampai sore, dan bahkan sampai malam hari." Ujar Eko Supriyadi selaku pelatih drumben.
Eko Supriyadi dalam melatih drumben tersebut tidak sendiri, beliau juga dibantu oleh tim ofisialnya yang terdiri dari Sabannullah, Frendy, Ghufron Amri Assidhiqi, Ari Romadon, dan Zaindra.
Sebagai informasi yang bertugas sebagai gitapati adalah Chelsi Olivia & Silvia Deswita, selajutnya untuk mayoret adalah Sovi Juwita, Hani Sintia, dan Amanda Analira.
Jumlah pasukan drumben dan Color Guard (CG) yang diturunkan oleh pelatih Eko Supriyadi pada lomba drumben tingkat Kecamatan Tanah Tumbuh Tahun 2023 kali ini berjumlah 52 orang.
Dalam lomba drumben tersebut Eko Supriyadi membawakan cerita rakyat tentang asal usul Batang Uleh dan terkhususnya asal usul Dusun Rambah.
Cerita tersebut diawali dengan datangnya imigran dari Kerajaan Mataram yang berada di Pulau Jawa, mereka datang dengan perahu layar menyusuri Sungai Batang Hari hingga sampai ke hulu Sungai Batang Tebo, lalu masuk ke Sungai Batang Uleh.
Setelah sampai di Sungai Batang Uleh, mereka membabat hutan, lalu bertani dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, serta pada akhirnya mereka membentuk pemukiman, sehingga terbentuklah masyarakat Batang Uleh seperti sekarang ini.
Datuk Rio Razali sangat mengapresiasi kinerja pelatih drumben dan semua pihak terkait, yang dapat memadukan cerita rakyat dengan atraksi drumben sehingga menjadi hiburan dan pelajaran yang sangat menarik.
"Cerita asal usul Batang Uleh dapat divisualisasikan dengan begitu baik dalam bentuk atraksi drumben, sehingga bukan sekadar menjadi hiburan tetapi juga menjadi pelajaran untuk kita semua." Ujar Datuk Rio Razali selepas menyaksikan penampilan drumben SD Negeri 105/II Rambah.